Translate

Spanyol Juara Euro 2012, Warga Jayapura Kalahkan Ketakutan dan Keresahan

Jayapura - Euro 2012 telah berakhir tidak banyak yang akan di ulas lagi mengenai Euro 2012, kecuali sepenggal catatan Sejarah yang tercipta atas kemenangan Negeri Matador Spanyol 4 - 0 atas Italia lewat Gol yang cetak oleh David Silva (16), Jordi Alba (42), Fernando Torres (83) dan Juan Mata 2 menit menjelang pertandingan Usai di waktu normal 90 Menit. La Furia Roja julukan Tim Spanyol berhasil mendominasi Sepak Bola Eropa dan Dunia beberapa Tahun Terkahir dengan mengukir sejarah baru sebagai Tim juara bertahan pertama yang mampu mengankat Trofi Henry Daulany secara beruntun yaitu 2008 dan 2012, dan juga berhasil menjadi juara di tiga 3 Turnament kontinental secara beruntun yaitu Euro 2008, Fifa World Cup 2010, dan Euro 2012 yang baru saja di pertahankan setelah menggilas Italia 4 - 0 tanpa balas.

Selebrasi Pemain Spanyol Menjuarai Euro(Goal.com)
Dalam tulisan ini, saya tidak menganalisa hasil pertandingan kedua tim yang bertanding, karena bagaimanapun bila aku menganalisa juaranya sudah ada yaitu Spanyol, dan lagi pula saya bukan pakar Sepak Bola.
namun dalam tulisan saya ini, ingin sedikit berbagi Informasi dari kota Jayapura yang belakangan ini mengalami krisis kepercayaan warga terhadap tingkat keamanan yang ada di kota Jayapura, di mana selama Penyelenggaran Euro biasaya acara Nobar selalu ada, dengan menggunakan Infocus yang sengaja di sorot ke bentangan layar Putih yang cukup besar untuk mendapatkan gambar yang bagus, agar warga yang hadir dalam acara nobar itu dapat di manjakan saat menyaksikan pertandingan Olah Raga Terfavorit se Se Jagad Raya.

Euro 2012 yang  di helat mulai 8 Juni - 1 Juli 2012, tidak seperti biasanya di mana di setiap sudut kota, di setiap perumahan, di setiap sudut jalan, di tempat tongkrongan para penggila bola, terdapat acara nobar seperti yang terjadi kala Penyelenggaraan Fifa World Cup 2012, namum hal itu tidak dapat kita temui saat perhelatan Euro 2012 di mulai, karena situasi Terror di Jayapura. Hingga penyelenggaraan pesta sepak bola paling akbar setelah Piala Dunia tidak begitu memiliki dampak yang begitu signifikan di Jayapura tidak seperti Piala Dunia 2010, di mana hampir setiap sudut kota mengadakan acara nonton bareng.

Di saat siang hari, kota Jayapura kondusif aman, namun beda halnya bila malam sudah mulai menyapa, di mana jalan - jalan utama di kota Jayapura terlihat sepi, terutama pada saat jam 10 malam ke atas hingga menjelang subuh, Jayapura dan sekitarnya bagai Kota mati tanpa Penghuni, kalaupun ada itu cuman beberapa saja. Warga lebih memilih pulang cepat waktu dari pada berlama - lama di sepnajang jalan kota karena masih memiliki rasa takut akan terror penembakan yang di lakukan oleh Orang yang Tak di Kenal (OTK ).

Tepat tanggal 14 Juni 2012 salah satu tokoh KNPB  ( Komite Nasional Papua Barat ) "Mako Tabuni" tertembak oleh aparat dengan modus sebagai dugaan pelaku aksi terror yang terjadi di kota Jayapura berdampak pada kerusuhan yang terjadi di Perumnas III hingga merusak puluhan kendaraan bermotor dan rusaknya beberapa Ruko, makin membuat situasi kota semakin mencekam.
Mengikuti Rombongan Fans Italia
di Perjalanan Pulang


Fans Italia Konvoi Saat Menjelang Semifinal
Setelah kejadian itu, lagi - lagi tidak ku temui acara nonton Bareng Euro 2012, yang ada hanyalah kota yang sedang di tidurkan begitulah ku anggap ketika ku pulang kerja jam 12 malam, karena Abepura - Jayapura bila Normal situsinya, tidak akan di jumpai hal ini, bila aman situasinya kita masih menjumpai keramain hingga dini hari, namun di sini tidak ku temui sama sekali, setiap pulang kerja. Sebagian warga kota lebih memilih untuk menonton Pesta Sepak Bola Eropa di rumah masing - masing ketimbang keluar mencari acara nonton bareng, karena kalau pun mau mencari mustahil ada yang mau menyelanggarakan, karena warga kota lebih memilih untuk aman ketimbang takut dalam situasi terror yang tidak menentu.
Fans Spanyol

3 hari paska penembakan Tokoh KNPB dan kerusuhan di Perumnas III, masih memiliki dampak negatif terhadap keamanan di Waena, Abepura dan Juga Jayapura, apalagi terhembus isu - isu penyerangan oleh massa KNPB yang membuat warga resah dan masih memilih untuk tetap di rumah dari pada mencari ataupun melakukan acara nonton bareng.
Acara Nonton Bareng di Salah Satu Sudut Kota

Setiap hari ku pulang kerja larut jam 12 malam, kota Jayapura masih terlihat bagai kota mati, warga bagai kehilangan kepercayaan terhadap aparat keamaanan, aku pun yang melakukan perjalanan pulang dari Abepura ke Jayapura pun memiliki rasa takut, namun rasa takut itu tetap ku lawan, untuk tetap menyusuri jalan Utama, kerap rasa takut itu sangat kuat ketika melalui jalur utama penghubung antara Abepura dan Jayapura, yaitu Skyline karena pada jalur situlah 3 kasus Terror Penembakan terjadi. saat Lewat Jalur skyline yang ada dalam benakk saya adalah memacu Scorpio ( merek motor yang ku kendarai )  tanpa peduli apa yang akan terjadi di depan saya, yang penting bagiku adalah terus memacu laju sepeda motor yang ku bawa hingga lepas jalur utama Skyline, karena bagiku bila sudah lepas jalur Skyline sudah ku anggap aman.

kembali ke Euro 2012, memasuki babak perempat Final, belum juga ada acara nonton bareng yang bisa ku jumpai di setiap sudut kota. namun konvoi - konvoi keliling dari masing -masing fans tim peserta perempat final sudah mulai menyusuri jalan - jalan kota pada malam hari dari jam 8 hingga jam 9 tidak hanya siang hari saja, namun kali ini sedikit lebih baik, karena kesunyian itu akan kita temui setelah jam 11 malam keatas hingga menjelang pagi. menurutku situasi masih belum normal, terkait isu - isu yang berkembang paska penembakan Tokoh KNPB dan Kerusuhan Perumnas, karena aku yang sudah terbiasa Pulang - Pergi Abepura - Jayapura di waktu tengah malam, belum menemukan kegiatan seperti biasanya pada malam hari.

Menjelang Semifinal Euro, situasi aman sudah mulai terlihat, Fans - Fans Tim yang bertanding di semifinal euro sudah mulai melakukan konvoi - konvoi keliling kota hingga jam 12 malam, terkait isu - isu yang masih berhembus, sedikit sudah tidak di hiraukan warga. fans - fans penggila Sepak Bola tersebut mampu mendinginkan situasi yang belakang ini merisaukan warga, bahkan sempat saya mengikuti konvoi dari fans Italia ketika pulang kerja jam 12 malam. di mana rasa takut itu telah di singkirkan walau masih ada isu - isu penyerangan dari massa KNPB dan penggibaran bendera Bintang Kejora.

Warga kota jayapura sudah di ambang kemenangan, menaklukan rasa takut paska Terror dan Kerusuhan serta isu terkait pengibaran Bintang Kejora yang akan di laksanakan oleh tokoh TPN/OPM  "Lembert Pekikir"  selama 3 hari di Jayapura yang akan di laksanakan pada tanggal 1 juli yang merupakan ulang tahun TPN/OPM dan juga bertepatan dengan malam puncak Final Euro 2012, karena sebelumnya tepat tanggal 30 Juli 2012 Jayapura - Abepura dan sekitarnya terlihat sepi dan ku pikir dampak Final Euro kali ini tidak semeriah Final Piala Dunia di kota Jayapura, terkait Isu pengibaran Bintang Kejora.
Fans Spanyol Melakukan Konvoi Sesaat setelah
Spanyol menobatkan Juara Euro 2012
Malam tanggal 1 Juli  tak ada ketenggangan atau kesuyian seperti biasanya paska Terror, hampir seluruh warga menghiasi jalur utama kota Jayapura - Abepura mulai dari siang hari hingga menjelang laga Final Euro 2012 berlangsung. Bendera dari 2 Negara Peserta Final Euro 2012 berkibar di hampir setiap sudut kota, Fans Italia melakukan konvoi dengan menggunakan kendaraan mengeliling kota  jayapura, abepura dan Waena, di sambut Fans Spanyol dari arah berlawanan membuat bising kota dengan suara - suara motor mereka, sambil membunyikan klakson dan teriakan - teriakan yel...yel...yelll dari kedua fans yang bertanding di Final Euro 2012. tidak ada Perbedaan semua warga pun bersatu sesekali dapat di jumpai fans Italia dan Spanyol melakukan konvoi bersama,
Fans Italia dan spanyol Melakukan Konvoi setelah Final

Warga Kota Jayapura yang hampir mayoritas penggila Bola ini, telah melakukan hal yang luar biasa, telah membuat suasana yang terkesan angker itu tidak terlihat sama sekali, Tidak ada perbedaan, tidak ada perbedaan ras, tidak ada permusuhan yang ada hanyalah kemeriahan, semua bersatu mendukung tim mereka masing - masing, dan yang unik yang jarang ku temui adalah Polsek Abepura melakukan acara Nonton Bareng bersama warga di Kantor Polsek Abepura. Hingga malam partai Final berlangsung acara nonton bareng begitu meriah, di mana kedua fans dari dua keseblasan yang bertanding itu saling rangkul walau sesedikit ada saling ledek yang mengundang gelak tawa warga yang hadir pada malam itu di acara nonton bareng, ketika salah satu pemain Tim Spanyol David Silva menaklukan gawang Italia yang di Jaga oleh Gialuigi Buffon. Hingga Partai Final usai dan menobatkan Spanyol lah sebagai Raja Sepak Bola Eropa, warga tetap terhibur dan melupakan ketengangan yang sempat melanda kota Jayapura.
Rombongan Fans Spanyol
Warga Menyaksikan Konvoi

Sampai tiba Matahari menyapa Kota Jayapura, sebagian warga yang merupakan fans spanyol melakukan konvoi - konvoi keliling kota, menaklukan rasa takut, menaklukan kesan angker yang melanda kota Jayapura sebulan ini dan yang pasti menaklukan perbedaan. Semoga Kemenangan spanyol tidak hanya di rasakan oleh Spanyol ketika menjuarai Euro 2012 namun juga tertular untuk Kemenangan Warga kota Jayapura, Abepura dan Waena menaklukan rasa takut yang selama ini menjadi beban psikolog warga, dan semoga kedamaian itu terus tertular hingga hari - hari berikutnya tanpa adanya pesta Olah Raga yang menjadi Primadona Elemen Bangsa.

Dan untuk Italia beserta Fansnya jangan berkecil hati atas kekalahan dari spanyol, karena masih ada pertandingan - pertandingan pada turnament besar di lain waktu yang mungkin bisa di rengkuh, dan terima kasih para penggila bola di Jayapura, karena tanpa kawan - kawan semua, mungkin warga Jayapura dan sekitranya masih di landa rasa takut.

ISI widget Disini
Informasi Dan BudayaBerlangganan Artikel Kami
Melalui Email :
DMCA.com

Ditulis Oleh : Unknown Hari: 07.46 Kategori: